Golongan Tarif
- 08 November 2011
- Hits: 141
Tarif air seperti halnya tariff listrik dibedakan dalam beberapa golongan pelanggan. Pembagian golongan tarif pelanggan air bersih didasarkan pada dua kriteria utama yang lazim digunakan dalam pembagian golongan pelanggan air bersih, yaitu karateristik bangunan air bersih tersebut.
Di Batam golongan tarif air dibedakan menjadi sebagai berikut :
A. Sosial :
1. Sosial Umum
• Lembaga Keagaman
• Lembaga Sosial
• Sekolah Negeri
2. Sosial Khusus
• Puskesmas
• Klinik Pemerintah
• Rumah Sakit Pemerintah
• Tempat Ibadah
B. Domestik
1. Rumah Tangga Biasa
• Rumah biasa
2. Instansi pemerintah
• Kantor instansi pemerintah
• Rumah instansi milik pemerintah
3. Rumah murah
- Maksimum luas bangunan/tanah 21/60 meter persegi, dinding diplester dan atau atau dicat, plafon dan lantai minimum rabat beton.
- Maksimum luas bangunan/tanah 36/100 meter persegi, dinding tanpa plester atau dicat, tanpa plafon, tanpa lantai tanah yang diperkeras.
C. Niaga
1. Niaga Kecil
• Warung, Kios, Toko
• Kedai kopi, rumah makan
• Toko Obat, Apotik
• Tukang Pangkas Rambut
• Percetakan
• Kantor perusahaan
• Praktek dokter, pengacara, notaries
• Usaha kecil, usaha kecil dalam Rumah, laundry
• Losmen, penginapan
• Rumah sakit, klinik swasta
• Bengkel kecil
• Sekolah Swasta, lembaga perguruan, kursus
• Kantor proyek
2. Niaga Besar
• Hotel, motel
• Night Club, bar, discotheque
• Tempat hiburan
• Salon kecantikan, Panti pijat
• Service station, Bengkel besar
• Cuci mobil, Isi ulang gaalon air
• Bank
• Kolam renang
• Super market/Swalayan
D. Industri
1. Industri kecil
• Home industri
• Pengrajin
2. Industri Besar
• Pabrik makanan dan minuman
• Pabrik es
• Pabrik kimia
• Pergudangan, gudang pendingin
• Industri pertanian, peternakan dan perikanan
• Industri tekstil, konvensi
• Industri fabrikasi
• Industri lainnya
E. Khusus
Pelabuhan
Tariff air dibeda-bedakan untuk setiap golongan pelanggan berdasarkan azas keadilan antara konsumen air. Konsumen yang memanfaatkan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari harga airnya dibedakan dengan yang memanfaatkan air secara laangsung atau tidak langsung dalam proses produksi karena hasil produksi tersebut dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu mereka di bebankan tariff yang lebih tinggi digandingakan golongn rumah tangga. Begitu pula dengan pelanggan yang secar langsung atau tidak langsung memanfaatkan air untuk mendukung usaha pelayanan jasa yang selanjutnya dijual kepada masyarakat untuk mendapatkan keuntungan. Mereka juga dikenakan tariff lebih tinggi dari pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari semata.
Dengan adanya perbedaan tarif antara tiap kelompok golongan tarif terjadi apa yang disebut dengan subsidi silang atau cross subsidies, dimana tariff yang dibayarkan oleh pelanggan yang mendapat keuntungan keuangan dari pemanfaatan air baik langsung maupun tidak langsung.




