Adhya Tirta Batam

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English French Russian Spanish

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel

Berita dan Peristiwa

Seminar PERPAMSI : Tantangan PDAM akan Semakin Kompleks

 

BATAM kembali menjadi tuan rumah bagi acara PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) dalam seminar sehari mengenai pengelolaan air baku yang diadakan di Hotel Harmoni One Batam, Rabu, 14 November 2011. Lebih dari 150 peserta yang berasal dari DPD PERPAMSI seluruh Indonesia, mengikuti seminar yang bertajuk “Kebijakan Sumber Daya Air Nasional Dalam Upaya Peningkatan Penyediaan Air Minum”.

Seminar yang dititik beratkan kepada kerja sama regional PAM/PDAM (Perusahaan Air Minum/Perusahaan Daerah Air Minum) untuk mengatasi langkanya air baku ini dibuka dengan sambutan Vice President Director  PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan sekaligus Ketua PERPAMSI DPD Kepri, Ir. Benny Andrianto MM. Dalam sambutannya Ir Benny memaparkan semakin sulitnya ketersediaan air baku di Indonesia khususnya Pulau batam, karena semakin tingginya angka pertumbuhan penduduk, aktifitas masyarakat dan industri serta kurangnya budaya hemat air. 

“Batam adalah daerah yang tidak mempunyai sumber mata air dan sungai, namun Batam diberkahi dengan curah hujan yang cukup tinggi. Namun hal ini tidak membuat Batam menjadi daerah yang surplus, karena seiring pertumbuhan penduduk yang mencapai 7 (tujuh) persen pertahun, konsumsi air pun akan naik.” katanya. 

 “Kita harus bisa survive dalam keterbatasan yang ada,” tambahnya diakhir sambutan.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Ir. Syaiful DEA, Ketua Umum DPP PERPAMSI, “Sumber daya air mengalami masalah serius dalam hal kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Keadaaan ini diperburuk dengan perubahan iklim global sehingga tantangan kita semakin kompleks bagi pemerintah dan PDAM.”

Keynote speech seminar kali ini yaitu Ir. Budi Juwono dari Dirjen Cipta Karya-PU menyampaikan bahwa dalam kondisi saat ini sangat penting bagi PDAM untuk mengubah mindset menjadi lebih maju. “PDAM jangan takut untuk berinvestasi, pemerintah pusat sudah membuat mekanisme untuk membantu PDAM dalam mengembangkan jaringan dan pengolahan air bersih.” paparnya.

“Subsidi bunga pinjaman sebesar 5 persen telah diberikan oleh pemerintah kepada PDAM yang menggunakan fasilitas kredit investasi ini, jauh lebih rendah daripada ATB yang membayar bunga hingga angka 11 persen,” tambahnya.  Ir. Budi juga menjelaskan pentingnya PDAM untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjadi lembaga yang profesional dan efisien, tidak takut untuk berinvestasi dan ikut serta berperan aktif dalam pengelolaan air baku.

ATB sebagai perusahaan air terbaik di Indonesia kali ini juga bertindak sebagai pembicara yang diwakili oleh Mr Graham Fairclough, President Director ATB dan Ir. Sadma L dari Planning Department. ATB menyajikan data mengenai kinerja ATB dilihat dari pertumbuhan pelanggan, total produksi dan juga data mengenai estimasi sedimentasi serta data teknis lainnya.

Di kesempatan ini, Ketua BP Batam, Ir. Mustofa Widjaja menjelaskan mengenai langkah strategis yang akan dilakukan untuk penyediaan air bersih hingga tahun 2028 seperti pengendalian jumlah penduduk, melakukan daur ulang limbah domestik, optimalisasi pemanfaatan air hujan dan desalinasi air laut. “Batam saat ini sudah mempunyai 6 (enam) waduk, dan tahun 2013 kita harapkan waduk ke-7  Tembesi sudah bisa di gunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Batam,” jelasnya.

Dalam seminar kali ini juga dilakukan penandatanganan MOU kerjasama Twinning antara PDAM Kota Surabaya dengan PDAM Kota Surakarta, PDAM Kabupaten Wonosobo, dan PDAM Kabupaten Semarang serta antara PDAM Kota Banjarmasin dengan PDAM Kutai Timur. Hadir juga sebagai pembicara adalah Diah Pertani, ST, Msc dari Dirjen SDA Kementrian PU, Dr. Robert Sianipar dari Dewan Sumber Daya Air Nasional, Ir. M. Zainal Fattah dari Bapenas. (corporate communication/iksa)

 

 
 
You are here: Home Berita Berita dan Peristiwa Seminar PERPAMSI : Tantangan PDAM akan Semakin Kompleks