Berita dan Peristiwa
Wali Kota: Saya Menolak Kenaikan Tarif Air
- 11 July 2011
- Hits: 153
Source : Batam Pos. edisi Sabtu 09 Juli 2011
WALIKOTA Batam, Ahmad Dahlan menyatakan menolak kenaikan tarif air bersih di Batam. Kenaikan yang ditandatangani bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan Badan Pengusahaan Batam, menurut Dahlan, adalah tindakan sepihak dan tidak promasyarakat.
“Secara tegas, saya tidak setuju itu (tarif air) naik,” ujar Dahlan kepada Batam Pos di sela acara peninjauan Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam di Sagulung, Jumat (8/7). “Keputusan kenaikan itu sepihak dan tidak promasyarakat,” katanya menegaskan.
Selain tidak setuju kenaikan tarif, Dahlan juga menyatakan keterlibatan Kepala Bagian Bina Program Ismeth Djohar dan staf Dinas Pekerjaan Umum Yayan Nur Ikhsan dalam pembahasan kenaikan, tanpa sepengetahuannya. Keduanya ikut dalam tiga kali pembahasan sejak 21 Maret sampai 25 Mei lalu, di Batam dan Jakarta.
“Keberadaan staf saya dalam pembahasan kenaikan tarif selama tiga kali itu, saya belum tahu, saya belum mendapat laporan. Jawaban saya jelas, mohon dicamkan sama media,” ujar Dahlan.
Dahlan mengatakan, sejak berita kenaikan tarif air ATB muncul di berbagai media di Batam sepekan terakhir, dan adanya pernyataan staf Dinas PU kepada anggota Komisi III bahwa Wali Kota mengetahui keberadaan mereka dalam pembahasan kenaikan tarif air, Dahlan tetap menyatakan belum menerima laporan.
PMII Turun ke Jalan
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Batam menolak rencana kenaikan tarif air itu dengan turun ke jalan. Mereka membagikan selebaran berisi penolakan dan membagikan air mineral kemasan ke pengendara di Simpang Jam, Jumat (8/7).
“PMII Batam menolak keras kenaikan tarif air ATB. Sebab, kenaikan tersebut tak rasional. Pada 2010 lalu ATB sudah menaikkan tarif air sebesar 18 persen. Masa tahun ini dinaikkan juga,” ujar Sekretaris Umum PMII Batam Bosar Hasibuan.
Selain alasan itu, Bosar mempertanyakan pengakuan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, bahwa ia tak tahu tarif air ATB akan naik. “Sekelas Wako masa tak tahu ada gejolak kenaikan tarif air ATB di masyarakat,” katanya.
Sementara Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kepri, Zacki Setiawan menyatakan, ATB belum pantas menaikkan tarif air ke masyarakat. Naiknya tarif air ATB, kata Zacki, akan berimbas pada naiknya kebutuhan lainnya. Apalagi bulan depan memasuki bulan Ramadan, harga seluruh kebutuhan pokok juga akan naik, karena baiknya permintaan dan konsumsi warga. (cha/gas)




