Sejarah ATB
- 08 November 2011
- Hits: 545

SEKILAS MENGENAL PULAU BATAM
BATAM adalah sebuah pulau dengan luas 615 km persegi, terletak hanya 20 km dari Singapura. Letaknya yang strategis mendorong pemerintah untuk membangun daerah ini menjadi kawasan industri, perdagangan, alih kapal dan pariwisata.
Pembangunan yang terus dilakukan sejak tahun 1971 menyebabkan ekonomi Batam tumbuh begitu pesat. Pesatnya perkembangan Batam tentu harus diikuti dengan tersedianya suplai air bersih dengan jumlah dan kualitas yang memadai. Ini perlu agar kebutuhan air bersih untuk aktivitas industri, perdagangan, pariwisata, pelabuhan, dan aktivitas lain dapat terus dipenuhi.
AWAL PENGELOLAAN AIR BERSIH
Ketika dimulainya pembangunan di Pulau Batam yaitu tahun 1971 pada awalnya penyediaan dan pengeloaan air bersih di Batam dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini OTORITA BATAM, yang saat ini berganti nama menjadi BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM (BP Batam)
Namun seiring dengan pesatnya perkembangan Batam serta untuk memenuhi kebutuhan pasar maka pemerintah melalui OTORITA BATAM mengadakan kerja sama konsesi pengelolaaan air bersih dengan PT ADHYA TIRTA BATAM (ATB) untuk mengelola air bersih di Batam selama 25 tahun, mulai tahun 1995 hingga 2020. ATB merupakan perusahaan pengelola air minum swasta pertama di Indonesia.
ATB adalah perusahaan patungan antara perusahaan swasta nasional Indonesia PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR dan perusahaan asing SEMBCORP.
Dalam mengelola air bersih di Batam, ATB bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengelola dan memasok air bersih di seluruh Pulau Batam mulai tahun 1995 hingga 2020.
Otorita Batam selaku regulator memonitor setiap aktivitas ATB, baik secara teknis maupun komersial, termasuk dalam hal penentuan tarif dan menjamin ketersediaan serta kualitas air baku sesuai dengan kemampuan efektif dari waduk-waduk yang berada di Pulau Batam. (*)




