Adhya Tirta Batam Official Website
 
Thu, 21 Nov 2019
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Selalu Siapkan Tampungan Air, Antisipasi Terjadi Gangguan Suplai
Sumber Air Baku di Batam Terbatas, Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya.
Layanan ATB Mobile hadir di Pasar Botania 2, pasar Sei Harapan, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Perbaikan Pipa Bocor Flyover Laluan Madani, ATB Minimalisir Waktu Gangguan Suplai

Dipublikasikan Pada : 10-JUN-2019 12:00:54,   Dibaca : 978 kali

PT Adhya Tirta Batam (ATB) lakukan perbaikan pipa bocor pada median jalan sebelum flyover (oprit) Laluan Madani. Tahapan pekerjaan akan berlangsung selama 45 hari dan dampak gangguan suplai diupayakan akan selesai dalam waktu 5 jam.

"Selain meminimalisir durasi dan area terdampak, proses perbaikan juga akan mengedepankan aspek kehati-hatian agar tidak mengganggu jalur lalu lintas flyover," ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Senin (10/6)

Berdasarkan hasil investigasi ATB, kebocoran terjadi di dalam abutment jembatan pada saat pembangunan pondasi flyover. Diduga, kerusakan pipa air bersih ATB diakibatkan oleh pihak pelaksana dan yang bersangkutan tidak melaporkan kerusakan tersebut.

"Kami sangat menyayangkan hal tersebut karena kebocoran pipa ini berpotensi merusak pondasi flyover dalam jangka panjang akibat tekanan air yang cukup besar," tegas Maria.

ATB sudah mengidentifikasi kebocoran tersebut sejak dini. Namun, tingkat kesulitan yang cukup tinggi, diantaranya yaitu proses pengurusan izin yang cukup memakan waktu serta kondisi jalur lalu lintas flyover yang ramai, menyebabkan langkah perbaikan baru bisa dilakukan. Proses pengadaan material pun meski tidak singkat namun akhirnya bisa diselesaikan.

Sebelumnya ATB sudah mengambil sejumlah langkah untuk meminimalisir dampak kebocoran terhadap keandalan suplai. "Kami bekerja secepat mungkin untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan terhadap pipa steel ukuran 600 mm akan dilakukan mulai tanggal 10 Juni 2019. Untuk meminimalisir dampak bagi pelanggan, ATB akan melakukan pengerjaan relokasi," jelasnya.

Pekerjaan relokasi dimulai dengan pembuatan jalur pipa baru dengan memasang pipa PE 225 dan PE 160 di luar area bocor, yakni pada sebelum dan setelah potensi bocor. Pengerjaan ini sekaligus untuk perbaikan suplai di komplek Baloi One Resident, Baloi Mas, Batu Batam, Anggrek Permai, dan sekitarnya.

"Pipa bocor steel 600mm di flyover nantinya akan di putus di depan gedung M3G dan depan jembatan RS Awal Bros," jelasnya.

Setelah jalur baru selesai, maka distribusi air akan dialihkan melalui jalur baru sehingga gangguan suplai hanya akan terjadi saat pemindahan jalur distribusi. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan jalur distribusi sekitar 5 jam.

ATB mengimbau kesadaran semua pihak untuk melaporkan kebocoran yang ditemui. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka kebocoran akan membawa dampak negatif, baik secara materil maupun kualitas pelayanan.

Potensi kerugian materil akibat kebocoran di flyover Laluan Madani diperkirakan mencapai Rp 70 juta/bulan. Selain itu, distribusi air di area Baloi Mas akan low pressure. Performa tanki Ozon juga dipastikan menurun.

Dari data yang dipaparkan Maria, jumlah kebocoran pipa di Batam ternyata cukup tinggi. Rentang 2 tahun terakhir, jumlah kebocoran mencapai 198 titik setiap bulannya. Kebocoran akibat pihak ketiga rata-rata berada di atas angka 150 titik.

Kondisi angka kebocoran yang tinggi, upaya efisiensi penggunaan air akan sulit dicapai. Harusnya, dengan sumber air baku yang terbatas, penggunaan air bersih yang efisien harus semakin ditingkatkan. Termasuk upaya menekan kebocoran melalui partisipasi warga.

Maria juga mengingatkan agar pihak-pihak yang hendak melakukan pengerjaan proyek hingga dapat berdampak pada pipa distribusi air agar menginformasikan terlebih dahulu kepada ATB.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang sudah peduli dalam melaporkan kebocoran flyover ini. Untuk menghindari kebocoran, kedepannya kami berharap pihak pelaksana pekerjaan bisa berkoordinasi saat akan melakukan pekerjaan. Kami juga mengimbau warga dan semua pihak segera menginformasikan jika terjadi kebocoran. Mari kita bersama-sama jaga agar air kita tak terbuang sia-sia," ujarnya. (Corporate Secretary)



Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam