Adhya Tirta Batam Official Website

ATB Terpilih Mewakili Kepri Jadi Nominator OSHNET Award Se ASEAN

Artikel ini diambil dari www.atbbatam.com
Dipublikasikan Pada : 14-OCT-2019 17:02:43,   Dibaca : 1837 kali
Sebagai perusahaan pelayanan publik di bidang air bersih, ATB turut peduli terhadap penerapan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan baik. Komitmen ATB melaksanakan penerapan K3 yang dipadukan dengan penerapan teknologi informasi, menjadikan ATB sebagai perusahaan air terbaik dengan standar keselamatan kerja tinggi.

Dedikasi ATB dipilih oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Disnaker Provinsi Kepri untuk masuk dalam nominasi Occupational Safety And Health Network (OSHNET). OSHNET Award diberikan atas apresiasi terhadap perusahaan se-ASEAN, yang dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turut nihil kecelakaan kerja (zero accident), menerapkan SMK3, Program Penanggulangan dan Pencegahan bahaya HIV/AIDS, serta memiliki keunggulan dalam penerapan K3.

"Tentu ini sebuah kebanggan bagi kita (ATB-red), bagi kota Batam dan Indonesia secara keseluruhan. ATB sebagai perusahaan air yang berada di daerah mampu dilirik Kemenaker untuk masuk dalam 6 nominator penerima penghargaan dibidang K3," jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus usai dikunjungi tim penilai dari Kemenaker RI, di kantor ATB Batam, Rabu (9/10).

ATB menjadi salah satu nominator dari 6 perusahaan yang dipilih setelah melewati seleksi penyaringan secara ketat. Total 445 ribu perusahaan yang masuk dalam dalam penilaian, diseleksi menjadi 700 perusahaan. Kemudian disaring lagi jadi 10 besar perusahaan, hingga dipilih 6 perusahaan.

Nominator yang terpilih dilakukan verifikasi atau penilaian di masing-masing perusahaan, untuk nanti dipilih satu perusahaan mewakili Indonesia menerima penghargaan OSHNET se-ASEAN yang berlangsung di Laos 2020 mendatang.
 
"Capaian ini merupakan kepercayaan dari pemerintah, melalui Kemenaker, yang mengapresiasi pelaksanaan K3 di ATB. Penghargaan ini memang bukan tujuan utama, namun penghargaan bisa dijadikan sebagai bukti komitmen direksi bahwa sistem manajemen K3 dijalankan dengan sungguh-sungguh sesuai standar di ATB," jelas Maria.
 
Proses penilaian dari tim Kemenaker di ATB terbagi dalam dua kategori, yakni penilaian dokumen dan penilaian aktual di lapangan. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang jadi objek penilaian, sebagai IPA terbesar memproduksi air di Batam berkapasitas 2.200 liter per detik.

"Tim penilai melakukan verifikasi di area IPA Duriangkang, karena merupakan area instalasi pengolahan terbesar dan banyak penerapan K3, termasuk terdapat potensi-potensi bahaya," ujar Maria.

Setelah mengunjungi area IPA Duriangkang, ATB mendapatkan masukan-masukan positif dari tim Kemenaker. Hal ini untuk memastikan bahwa penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan ATB berjalan dengan baik. Meski penerapan pelaksanaan sistem manajemen K3 tidak sepenuhnya sempurna, namun ATB berkomitmen untuk terus melakukan continuous improvement di berbagai bidang.   
   
"Hasil penilaian di lapangan penerapan K3 di ATB sudah cukup bagus dan memastikan konsistensi penerapan K3 di ATB bisa dipertahankan," ujar Maria.

Sebagai perusahaan air terkini mengusung konsep smart water company, ATB tentu merasakan manfaat dari ajang OSHNET Award. Terlebih dapat mewakili Indonesia di level ASEAN akan meningkatkan nilai dan daya saing posisi ATB di kancah dunia.  

"ATB bisa membuktikan sebagai perusahaan air bersih yang tak terganti. Melalui kesempatan ini kita bisa membuktikan ATB tidak hanya berbicara di level Batam, namun bisa berbicara di leve